Pages - Menu

Quotes

Saya menulis karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan, dan bukan karena ada hal lainnya. Puisi adalah sebuah bentuk karya sastra singkat untuk menuangkan apa yang ada di pikiran kita, apa yang ada di hati kita, dan apa yang ada di jiwa kita.

Rabu, 24 Oktober 2012

Waktu

Waktu adalah komoditi yang paling berharga. Pepatah mengatakan “Waktu adalah uang”. Menurut saya waktu lebih bernilai dari uang. Karena jika Anda kehilangan uang, Anda bisa mencarinya lagi. Tapi kehilangan waktu satu detik saja Anda tidak bisa mendapatkannya kembali.
Shiv Khera mengatakan “Orang sukses dan orang gagal sama-sama memiliki waktu 24 jam. Bedanya adalah cara mereka menggunakan waktu tersebut”.
Dalam buku “The Other 8 Hours” karangan Robert Pagliarini dijelaskan bahwa setiap hari kita memiliki 24 jam yang dibagi tiga menjadi: 8 jam untuk tidur; 8 jam untuk bekerja; dan 8 jam waktu luang. Orang yang sukses adalah orang yang sanggup menggunakan 8 jam waktu luang secara maksimal dan produktif.
Sayangnya banyak orang menyia-nyiakan 8 jam waktu luang untuk kegiatan yang tidak produktif. Mereka lebih suka menggunakan waktu luang untuk nonton TV, jalan-jalan ke mal, rekreasi, olahraga dan lain-lain. Tidak ada yang salah dari kegiatan tersebut. Tetapi kegiatan tersebut bukannya membuat mereka lebih dekat kepada impian mereka tapi sebaliknya semakin jauh.
Di sisi lain, ada sebagian kecil orang sukses yang memaksimalkan 8 jam waktu luang mereka untuk menciptakan nilai tambah bagi hidup mereka. Cocok sekali kata-kata Henry Ford bahwa “Orang sukses menggunakan waktu yang disia-siakan orang gagal”.
Kunci untuk memaksimalkan waktu luang kita adalah dengan cara menentukan prioritas. Lakukan terlebih dahulu hal-hal yang paling penting yang akan membawa kita semakin dekat dengan impian. Baru setelah itu kita menggunakan waktu sisa untuk hal-hal yang kurang penting.
Ilustrasi berikut akan membantu kita mengerti.
Bayangkan Anda mengisi sebuah ember dengan pasir dan batu. Jika Anda memasukkan pasir terlebih dahulu sampai embernya penuh, maka Anda tidak bisa lagi memasukkan batu. Mengapa? Karena pasir telah mengisi seluruh ember tanpa menyisakan ruang untuk batu. Tetapi coba masukkan batu terlebih dahulu. Setelah itu Anda masih bisa memasukkan pasir karena masih ada celah diantara baru-batu yang bisa diisi oleh pasir yang lebih kecil.
Apa pelajaran dari ilustrasi ini? Batu melambangkan hal-hal yang penting dan pasir melambangkan hal-hal yang kurang penting. Jika kita memprioritaskan hal-hal penting terlebih dahulu maka kita masih memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang kurang penting seperti hobi dan rekreasi. Tapi sebaliknya, jika kita terlebih dahulu mengisi waktu kita dengan hal-hal yang kurang penting, biasanya tidak ada waktu yang tersisa lagi untuk melakukan hal-hal penting.
Hal ini tidak mudah karena hal-hal yang penting biasanya kurang menyenangkan untuk dilakukan. Sebaliknya, hal-hal yang kurang penting adalah kegiatan yang berada dalam zona nyaman kita dan sangat menyenangkan untuk dilakukan. Dibutuhkan sikap rela menunda kenyamanan dan disiplin untuk melakukan hal-hal penting. Tapi hasilnya sangat berharga untuk diperjuangkan.
http://photylolo.blogspot.com/2011/12/waktu.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar